Selama kariernya, Alonso sudah 30 kali bertemu Barcelona di semua ajang kompetisi. Bersama Real Sociedad, Liverpool, Real Madrid, dan Bayern Muenchen, Alonso hanya mampu menang 8 kali, imbang 7 kali, dan kalah 15 kali dari Blaugrana.
Menurut pemain asal Spanyol itu, kedatangan Messi membawa perubahan yang besar bagi performa Barcelona. Pada medio 2009-2014 ketika Alonso bermain di Real Madrid, dia sering kesulitan menjaga Messi.
"Messi menyebabkan saya kewalahan. Saat bersama Madrid saya banyak berdiskusi dengan Jose Mourinho dan Sergio Ramos tentang bagaimana cara mematikan pergerakan Messi," ujar Alonso dilansir dari AS.
Baca juga : Messi Pesohor Terkaya Benua Amerika
Ternyata, kunci untuk mematikan pergerakan La Pulga adalah tak memberikan ruang bagi Kapten Argentina itu untuk bergerak sesukanya. Lebih dari itu, bek lawan juga tak boleh terpancing oleh gerakan-gerakan gelandang Barcelona, seperti Xavi dan Andres Iniesta.
"Xavi memprovokasi, dia akan bermain di dekat saya untuk memancing saya mengejar dia. Dengan begitu, Messi akan terbebas dan Ramos akan terpancing untuk mengawalnya," katanya menambahkan.
Lubang besar yang ditinggalkan Ramos untuk mengawal Messi itu bisa dimanfaatkan oleh para penyerang Barcelona. Akhirnya di satu titik Alonso berhasil menemukan cara untuk membuat Messi tak leluasa.
"Kami sangat memperhatikannya (Messi), meski Xavi memancing saya, saya tak akan mendekatiya. Kami hanya fokus pada La Pulga," ucap Alonso.
"Kami mengorbankan penguasaan ruang dan bola untuk mematikan langkah Messi. Saat kami bisa menjaganya dengan baik, Madrid dan Barca menjadi seimbang," katanya lagi.
sumber : bola.kompas.com
Baca juga: Ini Hasil Undian Liga Negara Eropa! Perancis Dan Jerman Satu Grup
